Koneksi antar Materi - Pendidikan Yang Memerdekakan
Koneksi Antar Materi –
Pendidikan yang Memerdekakan
Penulis : Sri MirnawatI_ ANGKATAN 1 Kelas 57 _ kAB. banjar kal sel
Banjarbaru, 04 April 2023, Perbekala CPP Hari Ke -7 Angkatan 57 Gelombang 1 Membahas Materi Modul 1 : Pendidikan Yang Memerdekakan .
Ceritan hal-hal yang sudah selaras dengan praktik prinsif peneieikan yang memerdekakan ?
Praktik prinsip pendidikan yang memerdekakan :
- Penyusunan kesepakatan / Keyakinan kelas
Penyusunan kesepakatan kelas seperti yang dilakukan di Erudio, dimana di Sekolah tersebut tidak peraturan yang ada adalah kesepakatan antara pendidik dan murid. Di awal tahun ajaran wali kelas beserta guru mata pelajaran bersama murid membuat kesepakatan kelas beserta konsekuensinya apabila ada pelanggaran.
- Materi Ajar yang Kontekstual dan Faktual
Materi pembelajaran atau bahan ajar yang selaras dengan pendidikan yang memerdekakan. Pembelajaran yang materinya kotekstual yang disesuaikan dengan berbagai kebutuhan dan kondisi yang sedang berkembang. Selain itu, materi-materi itu secara faktual atau yang kira-kira sedang dialami oleh perkembangan murid itu sendiri.
- Proses Pembelajaran yang Berpihak pada Murid
Pembelajaran yang mementingkan pada kebutuhan belajar murid. Kebutuhan tersebut meliputi kesiapan belajar murid, minat belajar murid, dan profil murid.
- Menggunakan Beragam Metode dan Teknik Pembelajaran
Dalam memenuhi setiap kebutuhan belajar murid, guru harus mampu menggunakan metode atau teknik pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran. Hal ini penting untuk mengikatkan situasi dan proses pembelajaran berlangsung agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Di Sekolah kamipun sudah melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada murid melalui penerapan berbagai metode, seperti PjBL, PBL,STEM dll. Sehingga murid terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Hal-hal yang tidak selaras terkait praktik prinsip pendidikan yang memerdekakan yang dirasa perlu diubah atau dikembangkan bahkan dihilangkan?
- Gaya belajar diktator (berpusat pada guru)
Gaya belajar yang memaksakan atas kehendak gurunya tanpa memperhatikan kebutuhan para murid. Guru menuntut agar para murid turut dan patuh pada apa yang dilakukan oleh gurunya. Hal ini tidak selaras dengan pendidikan yang memerdekakan. Masih ada diantara guru senior yang menerapkan pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan mengutamakan capaian konten saja.
- Punishment and reword
Hal ini karena dapat berdampak kurang baik yang dirasakan oleh para murid, murid memiliki pemikiran yang sesaat. Misalnya dengan adanya punishment, murid akan terasa tertekan dan menjadi pendendam. Begitu juga dengan reword murid akan merasa bahagia dan tertantang jika ada sesuatu hal jika ada hadiah, dan sebaliknya murid akan merasa kecewa jika hadiah itu tidak tersedia. Masih ada beberapa guru yang masih memberikan hukuman yang tidak sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan murid.
- Menuntut pada suatu materi pembelajaran yg harus dikuasai peserta didik
Memaksakan pada semua murid untuk mampu pada materi yang ditentukan oleh guru. Hal ini akan membebani para murid, karena murid mempunyai bakat dan minat yang berbeda-bedan. Sedangkan kita dikatakan sudah melakukan praktik baik, jika tidak memaksa, sesuai kebutuhan anak, membuat anak bahagia dan berdampak positif pada anak.
Komentar
Posting Komentar